ingkang tansah kula tresnani.
Sepindah sumangga kula lan panjenengan sedoyo ngaturaken
puji syukur maran g Gusti Allah ingkang maha luhung lan tansah paring nikmat
lan rahmat sahinggo kula lan panjenengan taksih saged golek ilmu, yaiku
nindakaken sekolah.
Kaping kalih, jumeneng kula wonten ngajenge panjenengan
sedoyo minangka kagem ngaturaken sesorah bab Sumpah Pemuda.
Kula lan panjenenga mesti sampun sami mangertosi bilih
tanggal 28 Oktober bangsa Indonesia mengeti dinten Sumpah Pemuda. Inggih menika
salah sawijining prastawa skral ingkang nuduhake marang kabeh wong bilih bangsa
Indonesia bangsa ingkang anggadahi semangat berjuang, semangat nyawiji bhineka
tunggal ika, semanta merdeka lan dadi bangsa ingkang ngadeg jejeg.
Wondene isi Sumpah Pemuda inggih menika :
1. Kami putra dan
putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
2. Kami putra dan
putri Indonesia, mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia
3. Kami putra dan
putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia
Isi sumpah lan janji menika wajib kita lestarekake lan
diamalake kagem mujudake pengarep-arep cita-cita kamardikan urip makmur, adil
lan sejahtera. Yaiku minangka pelajar / murid, kita wajib semangat lan mempeng
anggenipun sinau. Lan minangka pemuda (usia produktif) kita kedah semangat lan
sregep anggenipun nyambut damel ngsisi pembangunan bangsa.
Menika inkang saged kula aturaken babagan Sumpah Pemuda. Ayo
kita junjung tinggi kaluhuran Sumpah Pemuda.
Santen parutan klapa, Cekap semanten atur kawula, Numpak
sepur nggawa tali, Mbok bilih wonten klenta-klentunipun atur, Kula nyuwun
agunging pangaksami
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Konsep Jati Diri Dalam
Islam
Posted by Rahmat ST On August 06, 2012 4 Comments
Bahaya Salah Memahami Jati Diri
Jati DiriMasih banyak yang bingung tentang konsep jadi diri. Maka ada
ada istilah mencari jati diri. Apakah Anda sudah menemukan jati diri
Anda? Atau masih mencarinya?
Terlepas apakah Anda sudah menemukannya atau belum, maka perlu di
pertimbangkan lagi, apakah konsep jati diri kita sudah betul tidak? Jika
salah, bahaya! Sebab semua tindakan kita akan berdasar pada konsep jati
diri kita. Jika salah, maka tindakan dan perilaku kita akan salah. Kita
bisa celaka, baik di dunia dan di akhirat.
Apa Itu Jati Diri?
Sering kali orang membuat definisi jati diri adalah jawaban dari 3
pertanyaan ini:
Siapa aku?
Dari mana aku?
Dan aku mau kemana?
Ya, pertanyaan ini memerlukan pemikiran mendalam untuk mengetahui
jawaban yang benar. Tidak sedikit orang yang masih kebingungan dan
akhirnya melupakan untuk menjawab ketiga pertanyaan ini. Yang penting,
jalani saja hidup ini.
Bolehkah Kita Mengabaikan Penemuan Jati Diri?
Apakah kita perlu “meributkan” tentang jati diri? Ya, kita perlu
memahami siapa diri kita. Jika tidak, untuk apa kita hidup? Hidup kita
akan tanpa arah, tanpa makna, tanpa arti. Sebab, bagaimana kita bisa
memiliki hidup yang bermakna sementara kita tidak mengetahui siapa kita
dan mau kemana.
Jadi jawabannya: kita tidak boleh mengabaikan ini, kecuali Anda ingin
hidup berlalu tanpa makna.
Apakah Jati Diri Itu Membahas Bakat dan Ketertarikan Kita?
Tentu saja kita memahami bahwa kita memiliki keunikan masing-masing.
Mencari kelebihan dan potensi unik kita tentu saja sangat penting dalam
kehidupan kita. Namun, yang kita perlukan tidak sebatas menemukan bakat
spesial kita. Kita juga tidak bisa mengatakan bahwa orang yang sukses
itu sudah menemukan jati dirinya.
Dimanakah Kita Bisa Menemukan Jadi Diri Kita?
Tidak ada yang lebih mengetahui diri kita selain yang menciptakan kita,
Allah Yang Maha Mengetahui. Mengapa kita harus mencari makna jati diri
dari selain Allah? Mengapa hidup kita dikendalikan oleh konsep-konsep
jati diri yang bukan dari Allah? Ini sangat penting, sebab dari Allahlah
kita akan menemukan jawaban yang tepat, dijamin tidak akan salah
sehingga hidup kita akan lebih berarti.
Tentu saja, Anda tetap boleh (bahkan harus) untuk terus menggali bakat
dan potensi Anda. Yang ingin saya tekankan disini, bahwa jati diri itu
bukan sebatas itu. Itu adalah keunikan Anda, bukan jati diri Anda.
Jati Diri Manusia Sesungguhnya
Siapa Aku?
Manusia adalah mahluq Allah yang terbuat dari tanah dan berikan ruh olah
Allah. Kemudian manusia dilengkapi dengan potensi hati, akal, dan
jasad. Hati dan akal adalah potensi yang menyebabkan manusia memiliki
kedudukan lebih tinggi dibandingkan dengan makhluq lainnya.
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang
memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan
keturunannya dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan
dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu
pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali
bersyukur. (QS As Sajdah:7-9)
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:
“Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat
kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, (QS. Al
Hijr:28)
Untuk Apa Aku Ada?
Ada dua tujuan penciptaan manusia yang saling terkait yaitu dijadikan
khalifah dimuka bumi dan untuk beribadah kepada Allah. Tidak ada tujuan
lain! Semua aktivitas, semuanya harus dalam rangka kedua peran kita ini.
Sebagai khalifah dan sebagai hamba Allah.
Untuk itu, Allah sudah membeli kita semua dengan potensi yaitu hati,
akal, dan jasa yang cukup untuk memikul dua tugas ini. Selama kita
memanfaatkan semua potensi yang kita miliki, kedua tugas ini akan
terlaksana dengan baik.
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz Dzaariyaat:56)
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya
Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata:
“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan
membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami
senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan
berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
(QS Al Baqarah:30)
Akan Kemana Aku?
Bukan hanya menuju anak-anak bagi bayi. Bukan hanya menuju remaja bagi
anak-anak. Bukan hanya menuju dewasa bagi remaja. Bukan pula hanya
menjadi tua bagi Anda yang sudah dewasa. Seungguhnya, tujuan pasti
setiap manusia itu adalah kampung akhirat. Dan hanya ada dua pilihan
kampung akhirat, yaitu syurga (Al Jannah) dan neraka (An Naar).
Kita memilih yang mana? Tentu saja, bagi kita orang yang beriman, kita
berharap mendapatkan balasan syurga dari Allah. Syaratnya adalah hidup
kita sesuai dengan tujuan keberadaan kita, yaitu sebagai khalifah dan
beribadah kepada Allah.
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi
mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka
kerjakan. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka
adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka
dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa
neraka yang dahulu kamu mendustakannya.” (QS As Sajdah:19-20)
Kesimpulan
Mudah-mudahan, setelah kita memahami siapa kita, mengapa kita ada, dan
mau kemana kita nanti, pikiran kita tidak galau lagi karena bingung
tentang jati diri. Kini sudah jelas, apa yang perlu kita jalani dan
konsekuensinya ke depan. Dan inilah fokus kita saat ini, yaitu menjalani
hidup untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi hari esok.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah
setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok
(akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr:18)
Sumber: http://www.motivasi-islami.com/konsep-jati-diri-dalam-islam/a
Sumber: http://www.motivasi-islami.com/konsep-jati-diri-dalam-islam/a
Konsep Jati Diri Dalam
Islam
Posted by Rahmat ST On August 06, 2012 4 Comments
Bahaya Salah Memahami Jati Diri
Jati DiriMasih banyak yang bingung tentang konsep jadi diri. Maka ada
ada istilah mencari jati diri. Apakah Anda sudah menemukan jati diri
Anda? Atau masih mencarinya?
Terlepas apakah Anda sudah menemukannya atau belum, maka perlu di
pertimbangkan lagi, apakah konsep jati diri kita sudah betul tidak? Jika
salah, bahaya! Sebab semua tindakan kita akan berdasar pada konsep jati
diri kita. Jika salah, maka tindakan dan perilaku kita akan salah. Kita
bisa celaka, baik di dunia dan di akhirat.
Apa Itu Jati Diri?
Sering kali orang membuat definisi jati diri adalah jawaban dari 3
pertanyaan ini:
Siapa aku?
Dari mana aku?
Dan aku mau kemana?
Ya, pertanyaan ini memerlukan pemikiran mendalam untuk mengetahui
jawaban yang benar. Tidak sedikit orang yang masih kebingungan dan
akhirnya melupakan untuk menjawab ketiga pertanyaan ini. Yang penting,
jalani saja hidup ini.
Bolehkah Kita Mengabaikan Penemuan Jati Diri?
Apakah kita perlu “meributkan” tentang jati diri? Ya, kita perlu
memahami siapa diri kita. Jika tidak, untuk apa kita hidup? Hidup kita
akan tanpa arah, tanpa makna, tanpa arti. Sebab, bagaimana kita bisa
memiliki hidup yang bermakna sementara kita tidak mengetahui siapa kita
dan mau kemana.
Jadi jawabannya: kita tidak boleh mengabaikan ini, kecuali Anda ingin
hidup berlalu tanpa makna.
Apakah Jati Diri Itu Membahas Bakat dan Ketertarikan Kita?
Tentu saja kita memahami bahwa kita memiliki keunikan masing-masing.
Mencari kelebihan dan potensi unik kita tentu saja sangat penting dalam
kehidupan kita. Namun, yang kita perlukan tidak sebatas menemukan bakat
spesial kita. Kita juga tidak bisa mengatakan bahwa orang yang sukses
itu sudah menemukan jati dirinya.
Dimanakah Kita Bisa Menemukan Jadi Diri Kita?
Tidak ada yang lebih mengetahui diri kita selain yang menciptakan kita,
Allah Yang Maha Mengetahui. Mengapa kita harus mencari makna jati diri
dari selain Allah? Mengapa hidup kita dikendalikan oleh konsep-konsep
jati diri yang bukan dari Allah? Ini sangat penting, sebab dari Allahlah
kita akan menemukan jawaban yang tepat, dijamin tidak akan salah
sehingga hidup kita akan lebih berarti.
Tentu saja, Anda tetap boleh (bahkan harus) untuk terus menggali bakat
dan potensi Anda. Yang ingin saya tekankan disini, bahwa jati diri itu
bukan sebatas itu. Itu adalah keunikan Anda, bukan jati diri Anda.
Jati Diri Manusia Sesungguhnya
Siapa Aku?
Manusia adalah mahluq Allah yang terbuat dari tanah dan berikan ruh olah
Allah. Kemudian manusia dilengkapi dengan potensi hati, akal, dan
jasad. Hati dan akal adalah potensi yang menyebabkan manusia memiliki
kedudukan lebih tinggi dibandingkan dengan makhluq lainnya.
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang
memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan
keturunannya dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan
dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu
pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali
bersyukur. (QS As Sajdah:7-9)
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:
“Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat
kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, (QS. Al
Hijr:28)
Untuk Apa Aku Ada?
Ada dua tujuan penciptaan manusia yang saling terkait yaitu dijadikan
khalifah dimuka bumi dan untuk beribadah kepada Allah. Tidak ada tujuan
lain! Semua aktivitas, semuanya harus dalam rangka kedua peran kita ini.
Sebagai khalifah dan sebagai hamba Allah.
Untuk itu, Allah sudah membeli kita semua dengan potensi yaitu hati,
akal, dan jasa yang cukup untuk memikul dua tugas ini. Selama kita
memanfaatkan semua potensi yang kita miliki, kedua tugas ini akan
terlaksana dengan baik.
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz Dzaariyaat:56)
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya
Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata:
“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan
membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami
senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan
berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
(QS Al Baqarah:30)
Akan Kemana Aku?
Bukan hanya menuju anak-anak bagi bayi. Bukan hanya menuju remaja bagi
anak-anak. Bukan hanya menuju dewasa bagi remaja. Bukan pula hanya
menjadi tua bagi Anda yang sudah dewasa. Seungguhnya, tujuan pasti
setiap manusia itu adalah kampung akhirat. Dan hanya ada dua pilihan
kampung akhirat, yaitu syurga (Al Jannah) dan neraka (An Naar).
Kita memilih yang mana? Tentu saja, bagi kita orang yang beriman, kita
berharap mendapatkan balasan syurga dari Allah. Syaratnya adalah hidup
kita sesuai dengan tujuan keberadaan kita, yaitu sebagai khalifah dan
beribadah kepada Allah.
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi
mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka
kerjakan. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka
adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka
dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa
neraka yang dahulu kamu mendustakannya.” (QS As Sajdah:19-20)
Kesimpulan
Mudah-mudahan, setelah kita memahami siapa kita, mengapa kita ada, dan
mau kemana kita nanti, pikiran kita tidak galau lagi karena bingung
tentang jati diri. Kini sudah jelas, apa yang perlu kita jalani dan
konsekuensinya ke depan. Dan inilah fokus kita saat ini, yaitu menjalani
hidup untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi hari esok.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah
setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok
(akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr:18)
Sumber: http://www.motivasi-islami.com/konsep-jati-diri-dalam-islam/
Sumber: http://www.motivasi-islami.com/konsep-jati-diri-dalam-islam/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar